Siapa sih yang tidak ingin memiliki tubuh langsing dan ideal? Semua wanita pasti menginginkannya, termasuk aku. Hal ini dikarenakan banyak wanita yang menganggap bahwa tubuh langsing dan ideal dapat dikatakan sebagai pendongkrak penampilan agar lebih menarik.

Sehingga tak heran jika banyak wanita yang akan menempuh berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan bentuk tubuh seperti yang mereka dambakan. Berbagai cara pun mulai diterapkan, seperti diet ketat, rutin berolahraga, hingga mengonsumsi makanan dan minuman yang diyakini mampu membantu menurunkan berat badan.

Bahkan, tidak sedikit pula dari mereka yang rela melakukan cara ekstrim seperti mengonsumsi obat-obatan pelangsing yang justru dapat membahayakan kesehatan tubuh. Padahal, untuk mendapatkan tubuh langsing dan ideal dengan cara tersebut tidaklah benar alias merugikan.

Sedikit menoleh ke belakang, aku juga memiliki pengalaman yang cukup menarik tentang usahaku dalam menurunkan bobot tubuh. Dari kecil, aku memang memiliki tubuh tambun. Sampai aku kuliah menginjak tahun ke-dua, bentuk tubuhku semakin membengkak.

Angka timbangan mencapai 60kg dengan tinggi badan hanya 152 cm. Ini bukan hanya gemuk, tapi sudah sangat sangat gemuk menurutku. Bahkan, bisa dikatakan hampir seperti anak gajah.

Saat itu, aku membulatkan tekad untuk menurunkan berat badan. Kebetulan, liburan semester ganjil telah datang. Selama 3 bulan libur kuliah, aku memanfaatkannya untuk melakukan program diet untuk mengurangi berat badanku yang semakin hari semakin bertambah.

Aku yang buta akan informasi tentang diet hanya menjalankan program diet dengan metode diet asal-asalan saja, yakni dengan mengurangi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan berolahraga secara rutin.

Memang terdengar biasa. Tidak ada yang aneh tentang metode dietku ini. Tapi, jika ditelisik lebih dalam, metode dietku ini tidaklah wajar. Mengapa? Ya, karena aku hanya menjalankannya sesuai dengan keinginanku saja.

Saat diet, aku hanya makan satu kali dalam sehari dengan jam makan yang tidak teratur. Terkadang, aku makan di pagi hari atau di siang hari saja. Ya, hanya satu kali. Makanan yang aku konsumsi hanyalah 5 sendok nasi dan lauk pauk secukupnya. Aku mengonsumsi sayur jika aku ingin saja. Bagaimana dengan buah-buahan? Tidak. Aku tidak mengonsumsinya sama sekali.

Setiap pagi setelah bangun tidur aku langsung berolahraga. Walaupun hanya senam sendiri di dalam kamar dengan bermodalkan video di Youtube. Jika aku merasa lapar, aku langsung makan nasi. Siang hari, aku senam lagi selama 30 menit.

Selanjutnya, aku mencoba tahan rasa lapar itu hingga menjelang malam. Parahnya lagi, sebelum tidur aku mencoba untuk senam selama 30 menit tanpa mengonsumsi makanan sedikitpun dan hanya minum air putih saja. Bisa dibayangkan, bagaimana ekstremnya usahaku untuk menurunkan berat badan?

Setiap hari selama hampir tiga bulan, aku menjalankannya secara konsisten. Aku percaya metode diet yang aku jalani ini akan berhasil. Hingga suatu hari, aku merasakan ada sedikit perubahan. Rsa penasaran membuatku segera menimbang bobot.

Dan apa yang terjadi? Bobot tubuhku berkurang 10kg! Yang awalnya 60kg menjadi 50kg. Aku senang sekali dengan pencapaian itu.

Akan tetapi, kesenangan itu hanya bertahan beberapa saat saja. Sebab, satu minggu setelah diet, tubuhku drop dan aku jatuh sakit. Dokter mengatakan bahwa aku kelelahan dan tubuhku kekurangan nutrisi akibat diet ekstrem yang aku jalani selama tiga bulan.

Selama aku sakit, aku menyadari satu hal bahwa untuk mendapatkan bentuk tubuh langsing dan ideal tidak harus diperoleh dengan cara yang ekstrem. Ada cara yang lebih sehat yang bisa dilakukan.

Setelah tubuhku pulih, aku menghentikan metode diet ekstrim tersebut. Coba tebak apa yang terjadi selanjutnya? Nafsu makanku bertambah! Bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Alhasil, berat badanku semakin naik lagi dan mencapai angka yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, yakni 59kg. Tapi, aku menikmatinya untuk sementara waktu sebelum aku menjalankan metode diet yang lebih sehat.

Lulus kuliah, aku berpikiran untuk menurunkan berat badan kembali, tapi tentu saja bukan dengan cara yang ekstrim seperti sebelumnya. Aku mulai membaca artikel yang isinya tentang konten hidup sehat. Aku mempelajarinya dengan cermat karena obsesi punya badan langsing masih menghantui pikiranku.

Dari beberapa artikel yang kubaca, salah satunya di Doktersehat, akhirnya aku mengetahui bahwa tubuh langsing dan ideal bisa diperoleh dengan cara yang baik, tanpa harus menyiksa diri sendiri. Dari situ aku mulai menyadari dan tahu kalau sebenarnya diet itu tidak boleh asal-asalan, tapi juga ada caranya.

Sebulan aku menjalankan diet sesuai anjuran artikel, tubuhku memang terasa lebih kurus. Tapi, aku tidak merasa kelelahan. Bahkan, aku merasa kalau tubuhku menjadi semakin energik, gerakan juga semakin ringan.

Entah mengapa bisa seperti ini. Apakah efek dari tubuh yang bertambah kurus, atau efek karena tubuhku tambah membaik kesehatannya. Yang pasti, aku merasakan kalau tubuhku benar-benar nyaman dan aktivitas kerja juga sangat lancar.

Ada saran dari teman untuk mencoba donor darah. Dia berkata kalau donor darah juga bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Tapi aku takut, saat sedang diet apakah donor darah aman-aman saja?

Rasa takut itu membuatku kembali membuka Google dan mencari tahu apa sih manfaat donor darah bagi orang diet? Alhasil, dari sekian banyak artikel yang kubaca, hampir semua menyebutkan kalau donor darah itu bisa membantu menjaga kesehatan tubuh dari dalam loh!

Aku yang pernah salah melaukan diet ingin memberi saran kepada kalian semua. Jangan pernah melakukan diet yang melewati batas kewajaran. Sebaiknya kalian menerapkan pola diet sehat saja.

Usahakan tetap menjaga menu makanan, salah satunya dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, karena makanan tersebut adalah sumber vitamin dan serat penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara untuk kebutuhan cairan, sebaiknya mengonsumsi air putih sedikitnya 8 gelas sehari agar tubuh bisa terhidrasi dengan baik.

Selanjutnya, jangan lupa untuk rutin berolahraga. Percuma mengurangi asupan makanan jika malas berolahraga. Sebab olahraga memiliki peranan penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Selain itu, olahraga juga bisa membakar lemak yang menumpuk di dalam tubuh dan membentuk otot menjadi lebih kuat sehingga tidak mudah lelah.

Yang tak kalah penting juga adalah istirahat yang cukup. Kurangi kebiasaan tidur hingga larut malam alias begadang karena tidak baik untuk kesehatan. Di samping bisa membuat tubuh gemuk karena ngemil di malam hari, begadang juga bisa menimbulkan penyakit berbahaya lain loh, salah satunya adalah serangan jantung.

Terakhir yang paling penting adalah selalu tersenyum dan berpikir positif. Galakkan #AksiSehatCeria dan tanamkan pada diri bahwa kesehatan itu harus didapat dengan cara yang membahagiakan. Dengan demikian, kalian akan terhindar dari rasa stres yang akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.

Sampai saat ini, aku menerapkan pola hidup sehat tersebut. Kini, tubuhku menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit. Walaupun berat badan tidak turun secara drastis, namun cara tersebut lebih sehat menurutku.

Perlahan tapi pasti. Itulah yang kuanut saat ini. Tidak ingin mendapat bentuk tubuh ideal dengan cara ekstrem lagi karena itu benar-benar menyiksa! Apalagi saat sudah jatuh sakit, rasanya itu benar-benar menyesal dan tak ingin mengulanginya lagi.

Begitulah pengalaman pribadiku tentang bagaimana cara mendapatkan tubuh sehat dan juga ideal. Semoga kamu juga bisa memperoleh pelajaran berharga untuk selalu hidup sehat dan bahagia ya. Ingat, percuma memiliki tubuh langsing tapi mudah sakit. Sehat itu yang utama!