Mustahil jika seseorang tidak memiliki teman di dalam hidupnya, kecuali memang orang tersebut anti sosial. Teman sangat penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain bisa seru-seruan bareng, teman juga bisa menjadi tempat mengadu keluh kesah alias curhat. Apalagi saat masih abege labil, pasti curhatnya tidak jauh dari masalah kaum adam/hawa haha.

Dulu, saat masih SMA aku juga memiliki banyak teman. Tapi, hanya ada 6 orang saja yang dekat dan menjadi sahabat. Masa SMP dan SMA pasti suka sekali bikin gank, akupun juga. Aku dan teman dekatku membentuk sebuah gank yang bernama WGM7C alias Wonder Women Man Seven C. Hahaha.. kekanak-kanakan sekali namanya.

Kenapa disebut WGM7C? Karena anggota gank kami terdiri dari 6 perempuan dan 1 laki-laki dan nama panggilan kami semua dimulai dari huruf C, diantaranya Cheva (aku sendiri), Chacha, Chiel, Chiyu, Chume, Choi, Chinchin. Entahlah waktu itu kami mendapatkan ide itu darimana.

Setiap hari kami selalu bersama. Yah, namanya juga gank lah yah, jadi harus selalu kompak. Mulai dari berangkat sekolah, sekolah, dan pulang sekolah selalu bersama. Kebetulan, kami juga satu kelas.

Karena kami selalu bersama, akhirnya kami menjadi murid populer di sekolah. Kami semua anggota OSIS, dan si Choi adalah ketua OSISnya. Itulah salah satu alasan mengapa kami populer. Selain itu, bisa dikatakan kalau kami semua memiliki paras yang lumayan oke (hihi).

Kegiatan kami sehari-hari di sekolah belajar, kegiatan OSIS, dan masih banyak lainnya. Kami juga sedikit bandel sih, misalnya saat mata pelajaran yang tidak begitu kami suka, kami akan mengeluarkan seribu macam alasan supaya bisa keluar dari kelas. Entah pergo ke toilet dan tidak kembali, hingga meminta si Choi untuk mengadakan rapat OSIS. You know lah, kalau rapat OSIS pasti diijinkan untuk tidak masuk kelas.

Akan tetapi, dalam sistem belajar mengajar, kami bukan termasuk siswa dan siswi yang bodoh karena kami masih masuk ke dalam 10 besar peringkat di kelas. Maka dari itu, sebagian besar guru juga ada yang menyayangi kami walaupun sedikit bandel.

Sementara di dalam organisasi OSIS, kami juga sangat disegani oleh para junior. Aku mendapat julukan OSIS tergalak, karena selalu memarahi mereka hingga menangis. Padahal, aku baik loh.

Selama 3 tahun masa SMA, kami lalui bersama-sama. Susah senang bersama, apapun kita lalui bersama. Hingga saat kami lulus SMA, kami memilih jalan masing-masing. Aku, Choi, dan Chiyu melanjutkan kuliah, sementara Chume, Chiel, dan Chacha, dan Chinchin bekerja. Tapi kami masih tetap kompak. Hampir setiap hari minggu kami meet up.

Tahun berganti tahun, kini kami sudah memiliki kehidupan yang sangat bahagia. Mereka sudah menemukan pendamping hidup. Ya, mereka sudah menikah. Sementara aku, akan segera menyusul mereka. Mereka bukan hanya sebagai teman ataupun sahabat, melainkan sebagai saudara terbaikku. Trimakasih semuanya, selama ini sudah menjadi tempatku bersandar dan mengutarakan semua yang aku rasakan. I miss you all.