Sebagai warga negara yang baik, tentu saja kita harus mempunyai kartu tanda penduduk alias kartu identitas yang biasa disebut dengan KTP. KTP termasuk dokumen penting yang harus dimiliki.

Kenapa bisa dikatakan penting? Karena KTP bisa membantu kita dalam mengurus segala keperluan seperti mengurus surat nikah, bank, anak sekolah, pemesanan tiket kereta api, dan masih banyak lainnya.

KTP wajib dimiliki oleh seseorang yang sudah berusia 17 tahun atau seseorang yang sudah menikah. Jadi, kalau kamu masih belum punya KTP, lebih baik segera diurus supaya tidak diasingkan dari negeri tercinta ini. Dan yang paling penting adalah agar kamu bisa dengan mudah menyelesaikan masalah yang behubungan dengan administrasi negara (yaelah sampe sepenting itu yah).

Anyway, aku mau cerita sedikit nih. Kebetulan kemarin aku kehilangan KTP. Jadi ceritanya, Minggu lalu aku pulang ke Jember naik kereta api. Saat kembali ke Surabaya pun, aku juga naik kereta api. Seperti yang kita tahu bahwa sebelum masuk ke dalam kereta tentunya kita akan melewati tahap boarding pass yang harus menunjukkan KTP.

Waktu itu KTPku masih ada. Aku masih bisa masuk ke dalam kereta dan sampai di Surabaya dengan selamat. Aku tidak memeriksa KTP ku kembali apakah masih tersimpan rapi di dompet atau tidak. Aku lupa.

Hingga suatu hari, pacarku memintaku untuk mengirim gambar KTPku karena ada suatu keperluan. Saat aku cek di dompet, KTPku tidak terlihat. Aku mulai beralih memeriksanya ke dalam tas, tetep tidak terlihat keberadaannya. Aku panik dong. Karena aku bukan tipe orang yang bisa tetap santai saat kehilangan suatu hal yang berharga.

Aku cari lagi sampai berkali-kali. Aku cek dompet dan tas sampai aku sendiri ngerasa capek karena memang gak ada disana. Di laci meja aku cek sampai 3 kali tetap gak ketemu. Aku ‘ubek-ubek’ isi lemari. Percuma hasilnya nihil.

Aku mulai stres. Pikiranku kemana-mana. Kamu pasti taulah, pentingnya KTP apalagi buat aku yang sebentar lagi mau menikah. Harus urus ini dan itu. Dan lagi saat pulang ke Jember aku harus naik kereta. Aku gak suka naik bis karena menurutku terlalu bahaya.

Belum lagi, aku malas jika harus membuat KTP yang baru. Di negeri tercinta kita ini segala semua pengurusan serba ribet, termasuk pengurusan KTP. Selain ribet, juga memerlukan waktu yang sangat lama. Sedangkan aku hanya memiliki sedikit waktu untuk sampai pada hari pernikahan.

Aku mulai mencari tahu di internet bagaimana cara mengurus KTP yang hilang dan cara membuat KTP yang baru. Benar saja, pengurusannya membutuhkan proses yang sangat panjang. Mulai dari meminta surat keterangan di RT/RW, Kelurahan, dan selanjutnya Kecamatan. Setelah itu, kita harus meminta surat keterangan kehilangan ke kantor polisi. Dan semuanya itu harus dilakukan di tempat asal.

Aku mulai pusing dan tidak bisa tidur karena terus memikirkannya. Aku tinggal di Surabaya. Tidak mungkin aku bisa pulang ke Jember untuk mengurus itu semua karena aku harus bekerja.

Aku mulai menelpon seorang teman yang kebetulan bekerja di PT.KAI di stasiun Jember. Siapa tahu KTPku tertinggal di stasiun atau kereta yang waktu itu aku naiki. Dan berharap staff PT.KAI menemukannya lalu menyimpannya. Tapi ternyata tidak ada.

Aku putus asa. Aku menelpon keluargaku di Jember. Aku menceritakan semuanya. Aku juga meminta bantuan kepada mereka untuk datang ke kantor kecamatan dan menanyakan persyaratan pembuatan KTP seperti apa. Aku memutuskan meminta cuti dan pulang.

Sebelum pulang, aku masih bekerja di siang harinya. Iseng-iseng aku cek lagi dompetku. Kalau aku jadi dompet, mungkin aku sudah ngerasa capek soalnya dibuka terus sampai berkali-kali (hehe).

Aku merasa ada sesuatu di dalam dompet. Aku periksa dengan hati-hati dan sangat teliti. Setiap slot aku periksa, termasuk slot penyimpanan foto. Aku kaget. Ada satu kartu yang sembunyi di bawah foto.

Aku ambil kartu itu pelan-pelan. Benar saja, ternyata kartu itu adalah KTPku. Waaahh.. senang sekali rasanya. Aku mengucap syukur tanpa henti. Akhirnyaaa… aku gak perlu pulang ke Jember dan bolak balik urus KTP baru.

Aku elus-elus KTPnya seperti orang gila sangking senangnya. Aku ciumin juga seperti orang bodoh, sambil berkata “Jangan sembunyi lgi yah KTP sayang”.