Aku pernah cerita tentang cita-citaku yang selalu berubah-ubah. Aku juga pernah cerita tentang hobiku yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau bukan menulis?

Aku suka sekali menulis. Mulai dari menulis cerpen, novel, hingga artikel. Asal bukan menulis karya ilmiah, ya? Haha. Aku jadi pusing.

Suatu hari, pacarku (jangan bosan ya karena aku selalu cerita tentang dia di setiap tulisanku #peace) mengirimkanku sebuah link yang isinya tentang lomba menulis. Kebetulan, lomba menulis itu diadakan oleh salah satu website yang cukup terkenal.

Entah karena dia tahu kemampuanku dalam menulis cukup baik (menurutku sih), atau hanya karena ingin membantuku mengasah kemampuanku dalam menulis agar bisa lebih bagus lagi. Aku hanya mengikutinya saja.

Aku mencoba membuka link yang dia kirim. Benar saja, disana ada keterangan tentang lomba menulis dengan tema “Pilihan yang tidak akan pernah disesali”. Isinya boleh bebas, entah itu tentang pilihan pekerjaan, percintaan, atau yang lainnya. Dan hadiahnya lumayan. Perlengkapan make up merek terkenal. Perempuan mana yang gak ngiler dengan hadiah itu? Termasuk kamu juga, kan?

Bagiku, tema itu sangat mudah karena aku sendiri sudah tahu apa yang harus aku tulis. Bukan bermaksud untuk menganggap enteng tema itu ya, tapi aku memang yakin kalau aku bisa menulisnya. Akhirnya, aku putuskan untuk ikut serta dalam lomba menulis itu.

Aku mulai menulis. Kamu pasti bisa tebak cerita apa yang akan aku tulis. Ya, apalagi kalau bukan kisah percintaanku dengan si pacar semata wayang? Karena dialah pilihanku yang tidak akan pernah aku sesali.

Aku yakin, dengan aku menulis cerita itu aku bisa menang. Lalu, mulailah aku menulis dari A-Z. Dari mulai pertama kita chatingan, ketemuan pertama kali, waktu aku kejar-kejar dia (aku juga pernah cerita kalau aku ngejar-ngejar dia setengah mati), hingga sampai saat ini kita menjadi dekat dan mau menikah #ciee senangnya.

Aku ceritakan semuanya secara detail. Tapi aku tidak bisa ceritakan disini ya? Soalnya panjang banget ceritanya. Bisa-bisa satu tulisan ini berisi tentang kisahku dari pertama kali ketemu dia. Kalau gitu, kapan aku bisa cerita tentang pengalamanku menang lomba menulis?

Kembali ke cerita awal. Aku menulis hingga 7 halaman karena di persyaratan lombanya tidak dibatasi mau nulis berapa halaman. Tapi, aku ngerasa terlalu banyak. Jadi, aku kurangi lagi isi ceritanya sampai 5 halaman.

Setelah selesai, aku mulai mengirimnya ke alamat email website tersebut. Semua persyaratan sudah aku ikuti. Oiya, sebelum aku mengirimnya, tentu saja tulisanku harus lolos seleksi dulu dari pacarku. Dia baca tulisanku dan memperbaiki kata-kata yang masih kurang bagus. Sedikit informasi juga kalau pacarku seorang penulis hebat, loh.

Hasil pengumuman pemenang peserta lomba menulis akan diumumkan satu minggu setelahnya. Aku tidak sabar menunggu. Disana tertulis bahwa pengumuman akan diumumkan jam 1 siang.

Setiap hari, aku selalu membuka website itu. Melihat apakah tulisanku di posting disana atau tidak. Seperti peserta lomba yang lain, tulisan mereka di posting dan banyak yang baca. Aku lihat satu-persatu. Tidak ada. Tidak ada judul tulisanku disana, berarti aku tidak akan menang. Mau menang gimana? Tulisannya saja tidak diposting.

Pengumumanpun tiba. Aku biasa saja karena aku sudah tahu tidak akan menang. Tapi, aku iseng dan membuka hasil pengumumannya. Aku penasaran siapa yang menang. Aku lihat dari atas sampai bawah. Eng ing eng, namaku ada disana. Tentu saja aku kaget bukan main.

Aku pastikan lagi apakah benar itu namaku atau bukan. Benar, itu namaku. Alamatnyapun benar. Hanya judul tulisannya saja yang berbeda. Aku klik judul itu, aku kaget karena isinya adalah tulisanku. Ternyata, pihak penyelenggara lomba mengganti judul artikelku. Pantes saja aku mencarinya tidak ada.

Aku segera memberitahu pacarku. Dia sangat senang, aku juga senang melihatnya senang. Aku juga tidak menyangka bahwa aku bisa memenangkan lomba menulis ini. Akupun semakin semangat untuk menulis.

Kemenanganku ini tidak lepas dari bantuan pacarku. Dia sebagai editor disini, memperbaiki tulisanku yang masih belum enak dibaca. Trimakasih pacarku sayang (kiss kiss).