Hari ini adalah hari libur. Waktunya untuk bersantai tanpa harus pergi bekerja. Rasanya senang sekali menghabiskan waktu di kamar atau di ruang santai sambil menonton acara televisi favorit.

Setelah membersihkan kamar, aku bergegas menuju ruang santai untuk menonton televisi. Hari ini aku tidak memasak makanan sendiri. Aku berniat untuk membeli makanan di luar dengan menggunakan aplikasi ojek online.

Setelah melihat daftar menu di dalam aplikasi, mataku tertuju pada seblak. Sebanarnya dari beberapa hari yang lalu, aku ingin sekali menyantap seblak. Di dalam aplikasi tersebut ada nama seblak yang membuatku tertarik, ialah seblak manten.

Aku melihat daftar menunya, disana ada menu seblak manten 10 cabai, hingga seblak manten 50 cabai. Aku tertarik untuk memcoba seblak manten 20 cabai. Aku mulai memesannya.

Setelah mendapatkan driver yang bersedia membelikan pesananku, ternyata driver tersebut mengatakan kalau restoran seblak manten hari ini tutup.

Terpaksa aku membatalkan pesanannya dan mencoba untuk mencari jenis seblak yang lain.

Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk memesan seblak seuhah. Nama yang unik. Harganyapun cukup terjangkau, yakni hanya Rp.12.000 per porsi. Untuk tambahan topping ceker, hanya perlu menambah Rp.2.000 saja. Aku memesannya dan berharap restoran seblak tersebut tidak tutup seperti seblak manten sebelumnya yang ingin aku pesan.

Aku memesan seblak seuhah level hot karena di dalamnya hanya ada 3 menu saja yakni seblak seuhah level standart, seblak seuhah level hot, dan seblak seuhah level crazy hot. Aku suka pedas, tapi aku tidak memesan seblak level crazy hot karena aku belum makan nasi.

Setelah menunggu beberapa saat sekitar 20 menit, seblakpun datang. Tampilan dari bungkusnya cukup bersih dan rapi. Aku membukanya dan memindahkannya ke wadah mangkuk.

Porsinya sedang, tidak banyak dan tidak sedikit. Sangat cocok bagi kamu yang tidak suka makan banyak. Di dalamnya ada campuran makaroni, kerupuk, otak-otak, orak arik telur, dan ceker.

Kekurangan dari seblak ini adalah tidak ada sayuran. Biasanya, seblak yang aku beli selama ini ada campuran sayuran, seperti sawi hijau. Tapi, itu mungkin hanya sebagian saja dan tergantung dari selera masing-masing orang.

Lantas, bagaimana dengan rasa seblak seuhah? Rasanya cukup gurih, namun sedikit asin. Mungkin karena kuahnya yang sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada. Dan juga, aku seperti merasakan ada sedikit rasa terasi di dalamnya.

Untuk level pedasnya, menurutku seblak seuhah level hot tidak terlalu pedas. Sedikit kecewa karena aku pikir sudah sangat pedas. Aku menyantapnya sendok demi sendok. Lumayan lezat.

Seblak seuhah level hot ludes. Kalau bisa aku menilainya dari 1-10, nilai seblak ini adalah 6. Tapi sekali lagi ini hanya menurutku saja.

Kalau kamu penasaran dan ingin mencobanya langsung, kamu bisa memesannya di aplikasi ojek online atau bisa langsung datang ke restorannya di Jalan Kedung Sroko No.87 Tambaksari, Surabaya.