Sebagian besar orang melakukan sesi foto prewedding menjelang pernikahan. Biasanya, sesi foto ini dilakukan tiga atau dua bulan sebelum pernikahan. Sebenarnya, sesi foto prewedding bukanlah ritual yang wajib, kudu, dan harus dilakukan oleh calon pengantin. Tapi, karena sekarang adalah jaman modern maka tidak sedikit orang yang menyisipkan aktivitas ini dalam sederet persiapan pernikahan mereka.

Seperti halnya aku sendiri. Tentu saja, aku juga ingin moment pernikahanku menjadi special dong. Aku juga ingin melakukan sesi prewedding seperti mereka-mereka haha.

Kebetulan acara pernikahanku sudah semakin dekat. Hanya terhitung kurang dari 2 bulan saja dari sekarang. Apalagi, sekarang hari berlalu begitu cepat. Dua bulan, tidak terasa begitu lama.

Oleh sebab itu, kemarin aku dan pacarku tercinta alias calon suamiku tersayang melakukan sesi foto prewedding. Bukan di Surabaya ataupun Sidoarjo, tapi di Jember. Yups, kami melakukannya di Jember. Niatnya sih supaya hemat. Disamping biayanya cukup murce, juga sekalian fitting kebaya untuk akad nikah.

Prewedding kami tanpa konsep hahaha. Tapi, bukan berarti jelek loh ya. Mungkin bagi pasangan yang lain, prewedding lebih bagus bertema outdoor yang dilakukan di pantai, gunung, atau latar belakang yang menarik lainnya. Tentunya, akan membutuhkan persiapan yang rumit dan mengeluarkan banyak biaya. Mulai dari persiapan kostum yang harus sesuai dengan tempat, transport, makan, make up outdoor, dan masih banyak lainnya.

Karena aku dan pacarku sedang sibuk bekerja dan tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal seribet itu, jadi kami memilih untuk menggunakan tema indoor saja alias di dalam studio foto. Untuk konsep dekorasi kami serahkan pada sang fotografer.

Kabar gembiranya lagi, make up, wardrobe, dan foto sudah menjadi satu paket. Kebayang gak sih betapa murcenya dan betapa beruntungnya aku bisa melakukan sesi foto prewedding tanpa ribet? Yah, itulah kelebihan melakukan sesi foto prewedding bertemakan indoor.

Masalah dekorasi, bisa fotografer yang urus. Kalau ada yang kurang, kamu juga bisa memperbaikinya. Atau kamu juga bisa konsultasi langsung dengan sang fotograger supaya bisa mendapatkan dekorasi yang bagus dan sesuai selera.

Nah, bagaimana dengan pose fotonya? Hihihi.. aku dan pacarku tidak pernah foto bersama dengan pose mesra. Aku termasuk orang yang kaku. Jadi, mau tidak mau kami harus meminta bantuan fotografer untuk mengarahkan pose kami.

Satu demi satu foto kami diambil. Hasilnya cukup memuaskan. Walaupun aku masih sedikit kaku, namun masih cukup okelah. Karena setelah beberapa kali take foto, ekspresi wajahku semakin lepas.

Bisa diakui dan patut dipuji, hasil jepretan sang fotografer ternyata lumayan bagus. Harganya murah meriah tapi hasilnya tidak mengecewakan. Pacarku suka. Dia orang perfectionist. Tapi, begitu melihat hasil fotonya, dia langsung suka. Berarti hasilnya bagus.

So, kesimpulannya adalah untuk kamu yang tidak punya banyak waktu untuk memikirkan konsep prewedding yang ribet, dan juga untuk biaya yang pas-pasan, aku sarankan pilih konsep prewedding indor saja. Dan juga, pilihlah jasa yang menyediakan make up, wardrobe, dan foto menjadi satu paket supaya bisa lebih hemat.